DAFTAR ISI
BAB
I PENDAHULUAN
1.
Latar
Belakang ……………………………………………….
1
2.
Tujuan ………………………………………………. 2
BAB
II Dasar pemprograman java
1.
Fitur
dalam program java ……………………………………………….
1
2.
Jenis
modyfler ………………………………………………. 2
3.
Konversi
penulisan pda java ……………………………………………….
3
4.
Teknik
pengaman pada java ………………………………………………. 4
BAB
V KESIMPULAN DAN SARAN
DAFTAR PUTAKA ……………………………………………………………………………………….
1
BAB I
A.Latar belakang
Globalisasi
informasi dan konvergensi dari berbagai disiplin ilmupengetahuan sekarang ini menyebabkan manusia mampu merealisasikan
mimpi-mimpi generasi masa lalu. Perangkat keras yang lebih baik --dengan
masihmematuhi hukum Moore yang menyatakan bahwa kapasitas
microprosessorberlipat dua dengan harga setengahnya setiap 18 bulan --,
perangkat lunak yanglebih besar dan kompleks --sekaligus juga mudah dipakai,
lebih handal, bahkangratis untuk Open Source software--,perkembangan
jaringan baik itu Internetmaupun wireless network dalam fase inflasioner dengan
beraneka ragamperangkat keras dan lunak di
dalamnya. Semua hal tadi menyebabkan kita harusberhenti untuk berfikir dan
merenung sejenak bagaimana kita bisa mengelolakompleksitas yang tinggi dan
perubahan yang cepat tersebut.
Pada bab ini akan dibahas secara singkat tentang sejarah JAVA dan definisi teknologi JAVA. Bab ini juga akan sedikit menyinggung tentang fase – fase dalam program JAVA.
Pada akhir pembahasan, diharapkan pembaca dapat :
1. Menjelaskan fitur – fitur teknologi dari Java meliputi Java Virtual Machine (JVM), garbage collection, dan code security.
2. Menjelaskan perbedaan fase pada pemrograman JAVA dan masih banyak lagi
BAB II
A.Fitur –fitur dari Pemprograman Java
1. Java Virtual Machine (JVM)
JVM
adalah sebuah mesin imajiner (maya) yang bekerja dengan menyerupai aplikasi
pada sebuah mesin nyata. JVM menyediakan spesifikasi hardware dan platform
dimana kompilasi kode Java terjadi. Spesifikasi inilah yang membuat aplikasi
berbasis Java menjadi bebas dari platform manapun karena proses kompilasi
diselesaikan oleh JVM.
Aplikasi
program Java diciptakan dengan file teks berekstensi .java. Program ini dikompilasi menghasilkan satu
berkas bytecode berekstensi .class atau
lebih. Bytecodeadalah
serangkaian instruksi serupa instruksi kode mesin. Perbedaannya adalah kode
mesin harus dijalankan pada sistem komputer dimana kompilasi ditujukan,
sementarabytecode berjalan pada java interpreter yang
tersedia di semua platform sistem komputer dan sistem
operasi.
2.Garbage
Collection
Banyak
bahasa pemrogaman lain yang mengijinkan seorang pemrogram mengalokasikan memori
pada saat dijalankan. Namun, setelah menggunakan alokasi memori tersebut, harus
terdapat cara untuk menempatkan kembali blok memori tersebut supaya program
lain dapat menggunakannya. Dalam C, C++ dan bahasa lainnya, adalah pemrogram
yang mutlak bertanggung jawab akan hal ini. Hal ini dapat menyulitkan bilamana
pemrogram tersebut alpa untuk mengembalikan blok memori sehingga menyebabkan
situasi yang dikenal dengan nama memory leaks.
Program
Java melakukan garbage
collection yang
berarti program tidak perlu menghapus sendiri objek – objek yang tidak
digunakan lagi. Fasilitas ini mengurangi beban pengelolaan memori oleh
pemrogram dan mengurangi atau mengeliminasi sumber kesalahan terbesar yang
terdapat pada bahasa yang memungkinkan alokasi dinamis. J.E.N.I. Pengenalan
Pemrograman 1 6
3. Code Security
Code
Security terimplementasi
pada Java melalui penggunaan Java Runtime Environment (JRE). Java menggunakan
model pengamanan 3 lapis untuk melindungi sistem dariuntrusted
Java Code.
B. Fase-fase yang terdapat di Pemprograman
Java
Langkah pertama dalam pembuatan sebuah program
berbasis Java adalah menuliskan kode program pada text editor.
Contoh text editor yang dapat digunakan antara lain : notepad,
vi, emacs dan lain sebagainya. Kode program yang dibuat kemudian tersimpan
dalam sebuah berkas berekstensi .java.
Setelah membuat dan menyimpan kode program,
kompilasi file yang berisi kode program tersebut dengan menggunakan Java
Compiler. Hasil dari adalah berupa berkas bytecodedengan
ekstensi .class.
Berkas yang mengandung bytecode tersebut
kemudian akan dikonversikan oleh Java Interpreter menjadi bahasa mesin sesuai
dengan jenis dan platform yang digunakan.
|
Proses
|
Tool
|
Hasil
|
|
Menulis kode program
|
Text editor
|
Berkas berekstensi .java
|
|
Kompilasi program
|
Java Compiler
|
Berkas berekstensi .class(Java Bytecodes)
|
|
Menjalankan program
|
Java Interpreter
|
Program Output
|
C. Jenis jenis ModyFler
Ada 2 jenis modifier di Java, yaitu:
1. Access Modifier
2. Non Access Modifier
1. Access Modifier
2. Non Access Modifier
Access Modifier
Ada 4 macam access modifier di Java, yaitu:
1. public access modifier
2. protected access modifier
3. private access modifier
4. no access modifier
1. public access modifier
2. protected access modifier
3. private access modifier
4. no access modifier
Public Access Modifier
Sebuah kelas, method, ataupun property yang mempunyai akses
modifier public artinya bahwa kelas, method, ataupun property tersebut dapat
diakses oleh kelas manapun.
Untuk memberikan akses modifier public di kelas, method, maupun property, Anda dapat memberikan kata kunci (keyword) public pada kelas, method, dan property tersebut.
Di bawah ini adalah sintak penulisan public access modifier di Java
Untuk memberikan akses modifier public di kelas, method, maupun property, Anda dapat memberikan kata kunci (keyword) public pada kelas, method, dan property tersebut.
Di bawah ini adalah sintak penulisan public access modifier di Java
public class Person{
public
String name;
public
String getName(){
return
name;
}
}
Protected Access Modifier
Sebuah method, ataupun property yang mempunyai akses modifier
protected artinya bahwa method, ataupun property tersebut dapat diakses hanya
oleh kelas turunannya (subclass) dan hanya dapat diakses oleh kelas yang satu
package,
Anda tidak boleh memberikan akses protected pada kelas, dan interface. Anda juga tidak boleh memberikan akses protected pada method dan property pada interface.
Anda dapat memberikan keyword protected untuk memberikan akses protected pada method, dan property yang akan di berikan akses protected.
Di bawah ini adalah sintak penulisan protected access modifier di Java
Anda tidak boleh memberikan akses protected pada kelas, dan interface. Anda juga tidak boleh memberikan akses protected pada method dan property pada interface.
Anda dapat memberikan keyword protected untuk memberikan akses protected pada method, dan property yang akan di berikan akses protected.
Di bawah ini adalah sintak penulisan protected access modifier di Java
public class Person{
protected String name;
protected String getName(){
return name;
}
}
Private Access Modifier
Sebuah method, ataupun property yang mempunyai akses modifier
private artinya bahwa method ataupun property tersebut hanya bisa diakses oleh
kelas tersebut.
Anda dapat memberikan keyword private untuk memberikan akses private pada method atau property yang akan diberikan akses private.
Di bawah ini adalah sintak penulisan private access modifier di Java
Anda dapat memberikan keyword private untuk memberikan akses private pada method atau property yang akan diberikan akses private.
Di bawah ini adalah sintak penulisan private access modifier di Java
public class Person{
private String name;
private String getName(){
return name;
}
}
D.
konversi penulisan pada java
Untuk mengkonversi string numerik integer ke tipe-tipe numerik
integer, dapat digunakan metoda parseInt dari kelas Integer. Berikut ini adalah
contoh pernyataan untuk mengkonversi string numerik integer ke tipe int.> int varInteger =
Integer.parseInt(strVarInteger)
Code
Security terimplementasi
pada Java melalui penggunaan Java Runtime Environment (JRE). Java menggunakan
model pengamanan 3 lapis untuk melindungi sistem dariuntrusted
Java Code.
1.
Pertama, class-loader menangani pemuatan kelas Java
ke runtime interpreter. Proses ini menyediakan
pengamanan dengan memisahkan kelas – kelas yang berasal dari local disk dengan
kelas – kelas yang diambil dari jaringan. Hal ini membatasi aplikasi Trojan
karena kelas – kelas yang berasal dari local disk yang dimuat terlebih
dahulu.
2.
Kedua, bytecode
verifier membaca bytecode sebelum
dijalankan dan menjaminbytecode memenuhi
aturan – aturan dasar bahasa Java.
3. Ketiga,
manajemen keamanan menangani keamanan tingkat aplikasi dengan mengendalikan
apakah program berhak mengakses sumber daya seperti sistem file, portjaringan, proses eksternal dan sistem windowing.Setelah seluruh proses tersebut selesai
dijalankan, barulah kode program di eksekusi. Java juga menyediakan beragam
teknik pengamanan lain :
- Bahasa dirancang untuk mempersulit eksekusi kode perusak.
Peniadaan pointermerupakan
langkah besar pengamanan. Java tidak mengenal operasi pointer. Di tangan pemrogram handal, operasi pointer
merupakan hal yang luar biasa untuk optimasi dan pembuatan program yang efisien
serta mengagumkan. Namun mode ini dapat menjadi petaka di hadapan pemrogram
jahat. Pointer merupakan sarana luar biasa untuk pengaksesan tak diotorisasi.
Dengan peniadaan operasi pointer,
Java dapat menjadi bahasa yang lebih aman.
- Java memiliki beberapa
pengaman terhadap applet.
Untuk mencegah program bertindak mengganggu media penyimpanan, maka applet tidak
diperbolehkan melakukanopen, read ataupun write terhadap
berkas secara sembarangan. Karena Java applet dapat membuka jendela browser yang
baru, maka jendela mempunyai logo Java dan teks identifikasi terhadap jendela
yang dibuka. Hal ini mencegah jendela pop-up menipu sebagai permintaan
keterangan username dan password.
No comments:
Post a Comment