Wednesday, March 23, 2016

Dasar-dasar Pemprograman pada java


DAFTAR ISI
BAB I      PENDAHULUAN                                              
1.       Latar Belakang                                                                           ………………………………………………. 1
2.       Tujuan                                                                                          ………………………………………………. 2

BAB II     Dasar pemprograman java                                         
1.  Fitur dalam program java                      ………………………………………………. 1
2.  Jenis modyfler                                          ………………………………………………. 2
3.  Konversi penulisan pda java                ………………………………………………. 3
4.  Teknik pengaman pada java                                ………………………………………………. 4

BAB V     KESIMPULAN DAN SARAN

DAFTAR PUTAKA                              ……………………………………………………………………………………….   1











BAB I
A.Latar belakang
Globalisasi informasi dan konvergensi dari berbagai disiplin ilmupengetahuan sekarang ini menyebabkan manusia mampu merealisasikan mimpi-mimpi generasi masa lalu. Perangkat keras yang lebih baik --dengan masihmematuhi hukum Moore yang menyatakan bahwa kapasitas microprosessorberlipat dua dengan harga setengahnya setiap 18 bulan --, perangkat lunak yanglebih besar dan kompleks --sekaligus juga mudah dipakai, lebih handal, bahkangratis untuk Open Source software--,perkembangan jaringan baik itu Internetmaupun wireless network dalam fase inflasioner dengan beraneka ragamperangkat keras dan lunak di dalamnya. Semua hal tadi menyebabkan kita harusberhenti untuk berfikir dan merenung sejenak bagaimana kita bisa mengelolakompleksitas yang tinggi dan perubahan yang cepat tersebut.

B. Tujuan
Pada bab ini akan dibahas secara singkat tentang sejarah JAVA dan definisi teknologi JAVA. Bab ini juga akan sedikit menyinggung tentang fase – fase dalam program JAVA.
Pada akhir pembahasan, diharapkan pembaca dapat :
1. Menjelaskan fitur – fitur teknologi dari Java meliputi Java Virtual Machine (JVM), garbage collection, dan code security
2. Menjelaskan perbedaan fase pada pemrograman JAVA dan masih banyak lagi

BAB II
A.Fitur –fitur dari Pemprograman Java
1.  Java Virtual Machine (JVM)
JVM adalah sebuah mesin imajiner (maya) yang bekerja dengan menyerupai aplikasi pada sebuah mesin nyata. JVM menyediakan spesifikasi hardware dan platform dimana kompilasi kode Java terjadi. Spesifikasi inilah yang membuat aplikasi berbasis Java menjadi bebas dari platform manapun karena proses kompilasi diselesaikan oleh JVM.
Aplikasi program Java diciptakan dengan file teks berekstensi .java. Program ini dikompilasi menghasilkan satu berkas bytecode berekstensi .class atau lebih. Bytecodeadalah serangkaian instruksi serupa instruksi kode mesin. Perbedaannya adalah kode mesin harus dijalankan pada sistem komputer dimana kompilasi ditujukan, sementarabytecode berjalan pada java interpreter yang tersedia di semua platform sistem komputer dan sistem operasi.
2.Garbage Collection
Banyak bahasa pemrogaman lain yang mengijinkan seorang pemrogram mengalokasikan memori pada saat dijalankan. Namun, setelah menggunakan alokasi memori tersebut, harus terdapat cara untuk menempatkan kembali blok memori tersebut supaya program lain dapat menggunakannya. Dalam C, C++ dan bahasa lainnya, adalah pemrogram yang mutlak bertanggung jawab akan hal ini. Hal ini dapat menyulitkan bilamana pemrogram tersebut alpa untuk mengembalikan blok memori sehingga menyebabkan situasi yang dikenal dengan nama memory leaks.
Program Java melakukan garbage collection yang berarti program tidak perlu menghapus sendiri objek – objek yang tidak digunakan lagi. Fasilitas ini mengurangi beban pengelolaan memori oleh pemrogram dan mengurangi atau mengeliminasi sumber kesalahan terbesar yang terdapat pada bahasa yang memungkinkan alokasi dinamis. J.E.N.I. Pengenalan Pemrograman 1 6
3. Code Security
Code Security terimplementasi pada Java melalui penggunaan Java Runtime Environment (JRE). Java menggunakan model pengamanan 3 lapis untuk melindungi sistem dariuntrusted Java Code.
 B. Fase-fase yang terdapat di Pemprograman Java
Langkah pertama dalam pembuatan sebuah program berbasis Java adalah menuliskan kode program pada text editor. Contoh text editor yang dapat digunakan antara lain : notepad, vi, emacs dan lain sebagainya. Kode program yang dibuat kemudian tersimpan dalam sebuah berkas berekstensi .java.
Setelah membuat dan menyimpan kode program, kompilasi file yang berisi kode program tersebut dengan menggunakan Java Compiler. Hasil dari adalah berupa berkas bytecodedengan ekstensi .class.
Berkas yang mengandung bytecode tersebut kemudian akan dikonversikan oleh Java Interpreter menjadi bahasa mesin sesuai dengan jenis dan platform yang digunakan.
Proses
Tool
Hasil
Menulis kode program
Text editor
Berkas berekstensi .java
Kompilasi program
Java Compiler
Berkas berekstensi .class(Java Bytecodes)
Menjalankan program
Java Interpreter
Program Output



C. Jenis jenis ModyFler

Ada 2 jenis modifier di Java, yaitu:
1. Access Modifier
2. Non Access Modifier


Access Modifier
Ada 4 macam access modifier di Java, yaitu:
1. public access modifier
2. protected access modifier
3. private access modifier
4. no access modifier


Public Access Modifier
Sebuah kelas, method, ataupun property yang mempunyai akses modifier public artinya bahwa kelas, method, ataupun property tersebut dapat diakses oleh kelas manapun.

Untuk memberikan akses modifier public di kelas, method, maupun property, Anda dapat memberikan kata kunci (keyword) public pada kelas, method, dan property tersebut.

Di bawah ini adalah sintak penulisan public access modifier di Java

public class Person{
               public String name;
               public String getName(){
                               return name;
               }
}
Protected Access Modifier
Sebuah method, ataupun property yang mempunyai akses modifier protected artinya bahwa method, ataupun property tersebut dapat diakses hanya oleh kelas turunannya (subclass) dan hanya dapat diakses oleh kelas yang satu package,

Anda tidak boleh memberikan akses protected pada kelas, dan interface. Anda juga tidak boleh memberikan akses protected pada method dan property pada interface.

Anda dapat memberikan keyword protected untuk memberikan akses protected pada method, dan property yang akan di berikan akses protected.

Di bawah ini adalah sintak penulisan protected access modifier di Java

public class Person{
    protected String name;
    protected String getName(){
         return name;
    }
}


Private Access Modifier
Sebuah method, ataupun property yang mempunyai akses modifier private artinya bahwa method ataupun property tersebut hanya bisa diakses oleh kelas tersebut.

Anda dapat memberikan keyword private untuk memberikan akses private pada method atau property yang akan diberikan akses private.

Di bawah ini adalah sintak penulisan private access modifier di Java
public class Person{
   private String name;
   private String getName(){
      return name;
   }
}
D. konversi penulisan pada java
Untuk mengkonversi string numerik integer ke tipe-tipe numerik integer, dapat digunakan metoda parseInt dari kelas Integer. Berikut ini adalah contoh pernyataan untuk mengkonversi string numerik integer ke tipe int.> int varInteger = Integer.parseInt(strVarInteger)
Code Security terimplementasi pada Java melalui penggunaan Java Runtime Environment (JRE). Java menggunakan model pengamanan 3 lapis untuk melindungi sistem dariuntrusted Java Code.
1. Pertama, class-loader menangani pemuatan kelas Java ke runtime interpreter. Proses ini menyediakan pengamanan dengan memisahkan kelas – kelas yang berasal dari local disk dengan kelas – kelas yang diambil dari jaringan. Hal ini membatasi aplikasi Trojan karena kelas – kelas yang berasal dari local disk yang dimuat terlebih dahulu. 
2. Kedua, bytecode verifier membaca bytecode sebelum dijalankan dan menjaminbytecode memenuhi  aturan – aturan dasar bahasa Java.
3.       Ketiga, manajemen keamanan menangani keamanan tingkat aplikasi dengan mengendalikan apakah program berhak mengakses sumber daya seperti sistem file, portjaringan, proses eksternal dan sistem windowing.Setelah seluruh proses tersebut selesai dijalankan, barulah kode program di eksekusi. Java juga menyediakan beragam teknik pengamanan lain :
- Bahasa dirancang untuk mempersulit eksekusi kode perusak. Peniadaan pointermerupakan langkah besar pengamanan. Java tidak mengenal operasi pointer. Di tangan pemrogram handal, operasi pointer merupakan hal yang luar biasa untuk optimasi dan pembuatan program yang efisien serta mengagumkan. Namun mode ini dapat menjadi petaka di hadapan pemrogram jahat. Pointer merupakan sarana luar biasa untuk pengaksesan tak diotorisasi. Dengan peniadaan operasi pointer, Java dapat menjadi bahasa yang lebih aman.
-  Java memiliki beberapa pengaman terhadap applet. Untuk mencegah program bertindak mengganggu media penyimpanan, maka applet tidak diperbolehkan melakukanopen, read ataupun write terhadap berkas secara sembarangan. Karena Java applet dapat membuka jendela browser yang baru, maka jendela mempunyai logo Java dan teks identifikasi terhadap jendela yang dibuka. Hal ini mencegah jendela pop-up menipu sebagai permintaan keterangan username dan password.


No comments:

Post a Comment